Showing posts with label erha apothecary. Show all posts
Showing posts with label erha apothecary. Show all posts

Saturday, December 17, 2016

Skin Care Journey with Erha Apothecary Supermall Karawaci Pt.4

Yahooo!

Akhirnya balik ngepost lagi setelah sekian lama absent.
Sebenernya aku udah rutin 3 bulan sekali ke Erha untuk check up. Tapi berhubung gak ada kondisi yang luar biasa, aku males juga ngepost soal kunjungan aku ke erha. Soalnya sudah beberapa kali ini regime yang dianjurkan dokter sama.

Kebetulan, beberapa bulan yang lalu tiba-tiba keluar jerawat lagi di muka aku. Setelah berbulan-bulan cuma keluar jerawat kecil yang langsung hilang, sekitar dua bulan yang lalu mulai keluar lagi jerawat-jerawat besar di daerah T-zone. Besar, lama hilang, dan kalau hilang pun berbekas hitam. Yaelah sedih T__T Waktu aku akhirnya check up lagi, dokternya bilang harusnya dari awal ketika mulai keluar jerawat-jerawat itu aku sudah check up lagi. Tapi diluar itu juga bisa banyak faktor yang lain sih. Perubahan pola makan, hormon dan stress juga bisa berpengaruh ke kondisi muka aku.

Akhirnya tadi ketika check up, beberapa obat dirubah, dan ada yang ditambah juga.
Pagi + Siang: Cuci muka masih dengan Erha 2, lalu oles toner Erha 21 - Acne Clarifying Gel (untuk pagi saja) dan Acne Moisturizing Gel 2. Ditunggu sampai kering baru oles sunscreen Acne Foundation 2.
Malam: Cuci muka dengan Erha 2, oles toner Erha 21 - Acne Clarifying Gel, terus pakai campuran Acne Moisturizer Gel 1 + krim tidur CC25. Kalau sudah kering, oles Acne Lotion di daerah yang ada jerawatnya.

Kata dokter sih, ini lebih ampuh untuk hilangin jerawat bandel yang keluar di dagu aku. Terus, kalau jerawatnya mulai reda, dianjurkan untuk DPCT lagi, tapi dengan brightening serum. Bukan yang oil control. Gatau juga kenapa brightening, soalnya muka aku sudah 1 step lebih terang dari kulit aku yang lain. Hahaha. Kadang malah jadi agak whitecast gitu. Tapi katanya brightening lebih untuk menyamarkan bekas hitamnya jerawat yang mulai hilang.

Yah kita lihat hasilnya deh. Nanti aku update lagi setelah 3-4 minggu yaaa :D


Sunday, August 14, 2016

Deep Pore Cleansing Treatment With Erha Apothecary Summarecon Mall Serpong

Yeash, back to our skin care series nih.

Sudah lama gak post soal skin care journey aku, soalnya kerjaan makin padat, check-up juga sekarang cuma 3 bulan sekali, jadi gak ada update seru buat di post disini. BTW, gak kerasa udah setahun aku pakai produk Erha (juli kemarin sih tepatnya, anggap aja masih valid. haha). Untuk merayakan setahun aku perawatan di Erha, hari ini aku mau update mengenai kondisi kulit aku + cerita soal my experience doing their specialties Deep Pore Cleansing Treatment (DPCT).

Jadi, gimana kondisi kulit setelah 1 tahun perawatan di Erha?
To be honest, it's better than ever. Gak semulus bintang filem Hollywood, tapi lebih mulus dari jaman kuliah dulu. Kalo dulu setiap kali ketemu orang pasti dikomentarin deh jerawat yang segede kacang kedelai di jidat atau di pipi. Dan dulu itu gak ada yang namanya megang pipi terus mulus. Selalu ada jerawat kecil-kecilnya. Hilang satu tumbuh satu. Gak pernah mulus. Kalau sekarang, orang malah gak percaya kalau aku bilang dulu aku jerawatan parah. "Kirain mah cuma jerawat-jerawat kecil aja" biasanya gitu komentarnya, atau "Ngapain ke Erha? Kayaknya muka kamu mulus-mulus aja" dan jawaban aku selalu sama "ya ini mulus karena ke Erha" hahaha.

Ini bukan promosi ya tapi. Karena, sebagus apapun efek Erha di aku, belum tentu bagus dan cocok di orang lain. Jadi kalau ada orang yang tanya, bagus ya Erha? Aku akan selalu jawab "cocok-cocokan". Kalau kebetulan kamu dapat dokter yang cocok di kamu, good for you. Kalau enggak cocok, time to move on to another doctor. Aku juga sempat ganti dokter sekali karena kurang cocok kok. Agak riskan memang, tapi menurut aku dokter kulit itu trial & error sih. Kecuali kalian mau langsung ke spkk di rumah sakit yang memang specialized dengan alat-alat modern untuk cek kondisi kulit kalian. Itu pun aku gak jamin kalian akan cocok 100%. Balik lagi ke perawatan dan pengobatan yang diberikan ke kalian yaa.

Single Signature Renewal Deep Pore Cleansing Treatment (DPCT) with Oil Control Serum
Kepanjangan ini namanya, sampai harus lihat bon nya. ahahaha. Pada dasarnya, DPCT ini ya facial versi Erha ya. Buat info pendahulu, aku tidak pernah facial sama sekali ya sebelumnya. Muka ini masih perawan sekali. Kenapa? Karena dulu sering banget ditakut-takutin, katanya facial itu sakit. Dan emang sakit sih. Cuma beberapa minggu belakangan ini aku merasa muka aku kotor banget. Mungkin pengaruh jerawat yang keluar sehabis menstrual cycle, jadi aku mulai ngerasa ini muka perlu ditolong. Dokter aku juga sudah beberapa kali suruh aku facial untuk hilangin komedo didaerah sekitar hidung, cuma aku gak ada waktunya untuk pergi facial. Baru minggu ini akhirnya kesampaian untuk nyoba facial di Erha. Oiya, facial di Erha beda dengan facial di salon biasa yang tinggal datang aja bisa langsung facial ya. Kalian harus bikin jadwal dulu minimal 2 hari sebelumnya. Aku telpon hari jumat siang, sudah gak kebagian di hari Sabtu. Jadilah perginya minggu pagi.

Bagaimana prosesnya?

  • Setelah dipanggil masuk ruangan untuk perawatan, nanti kita ditawarkan untuk pakai kemben dan haircap. Haircap nya wajib pakai ya, supaya rambutnya gak mengganggu perawatan. Apalagi yang doyan poni depan kayak aku. Kemben ini optional katanya, tapi lebih baik pakai kemben aja. Apalagi kalau lagi pakai baju kece. Soalnya nantinya akan ada massage sampai ke pundak dan punggung segala.
  • Terapis nya nanti akan tanya jenis facial yang kita mau. Mau basic atau signature. Bedanya cuma ada penambahan serum untuk signature DPCT. Aku pilih yang Signature dengan Oil Control Serum. Untuk harganya, Basic DPCT itu 295rb dan Signature DPCT itu 395rb.
  • Perawatannya dimulai dari bersihin mukanya dulu. Kemudian dikasi krim apa aku juga lupa sangking banyaknya krim yang dipakai. Kemudian di acupressure, dikasi krim-krim lagi, terus di uap deh mukanya.
  • Ini baru highlightnya nih. Ekstraksi komedi. Aku kacang banget kalau sama yang sakit-sakit nih, tanpa terasa airmata berlinang waktu proses ekstraksi. HAHAHAHA
  • Habis ekstraksi, apalagi ini ya. Yah pokoknya dikasi krim-krim lagi. Ada satu alat yang ditempelkan kemuka untuk ngoles serumnya, dan ini dingin-dingin asik deh. Jadi sekalian oles serum, sekalian menutup pori-pori yang terbuka karena uap dan ekstraksi.
  • Setelah itu waktunya masker. Nanti terapisnya akan tanya, mata dan bibir mau dimasker juga atau enggak. Aku sih iya aja, tapi nanti kalian gaboleh buka mata dan mulut sampai maskernya di peel off.
  • Wajah dibersihkan dengan spons basah, terus dipijat sampai ke punggung segala. Ahelah, ini enak banget beneran. Kalau sudah selesai di massage, nanti muka dan pundak kita dilap basah, terus ditanya mau pakai pelembab bibir atau enggak. Setelah itu selesai deh prosesnya. Oiya, nanti kalian juga akan ditanya mau bawa pulang kemben dan haircapnya atau enggak. Aku sih bilang dibuang aja, karena gak bakal kepakai. Tapi boleh juga kalau kalian mau bawa, soalnya both haircap dan kembennya itu tebel dan baguslah.
  • Tea time! Mereka pakai twinnings ya ampun. Kalau bayar 400rb dan dapatnya sariwangi sih agak gimana juga ya. Cuma aku rasa gak semua suka variant tehnya. Soalnya kalau aku icip-icip, kayanya mereka pakai variant English Breakfast, which is not everyone favorites. 
  • Nanti kalian akan dikasi 2buah oil control wipes untuk dipakai seminggu setelah facial. Ini agak downgrade kayaknya, soalnya kalau baca dari review yang lain, mereka dapatnya collagen mask gitu. Gatau karena beda paket atau gimana deh.
Asli mulus banget muka aku. Kayak pantat baby. Cuma setelah DPCT pasti mukanya bakalan totol-totol merah ditempat yang di ekstraksi komedonya. Kalau di muka aku ya di T-zone, yang paling banyak komedonya. Jadi kayak orang yang punya jewarawat kronik itu sepertinya. Saran aku, DPCT di hari libur panjang soalnya bekas kayak gini gak akan hilang sampai 2-4 hari. Aku facial minggu karena gak kebagian di hari Sabtu, jadi kepikiran kerja besok senin. Pasti dikomentarin sama anak-anak kantor. Hahaha



Wednesday, October 7, 2015

Skin Care Journey with Erha Apothecary Supermall Karawaci Pt.3

Agustus kemarin (LOL, dibilang kemarin juga udah lewat hampir 2 bulan) aku check-up lagi ke Erha. Cuma check up biasa kalo menurut aku, soalnya emang kondisi kulit sudah sangat oke, imho. Masih suka keluar jerawat kecil, tapi itu juga keluar cuma pas menstrual cycle aja.

Waktu check up dengan Dr. Dian juga beliau bilang kulit aku udah ga problem lagi. Tinggal sisa sedikit dipinggir hidung. Bisa hilang dengan sendirinya.
Nah, karena itu Dr. Dian kasi aku perubahan untuk resep krim muka aku.
Pagi & Siang: Erha 2 + Acne Moisturizer Gel 2 + Perfect Shield
Malam: Erha 2 + Corective Cream 5 mix dengan Evening Corrective Cream 1.
Aku sempet tanya ke Dr. Dian perihal perubahan krim malamnya. Nah, katanya itu krim memang bagus untuk menghilangkan kemerahan dan iritasi, tapi emang gaboleh dipake kelamaan. Makanya harus diganti begitu kondisi muka membaik.

Sebelum pulang seperti biasa, aku dikasi tau kapan harus check up. Kali ini setelah 3 bulan, bukan sebulan seperti biasanya. Senang, tapi yang sempat membuat ragu itu komentar dokternya yang bilang "mestinya sih gak apa-apa ya." Yang gini ini yang bikin deg-deg-ser. Lah kalo kenapa-kenapa? Hahahaha

Karena dokternya bilang aku boleh ganti ke regime yang baru setelah obat yang sedang dipakai habis, aku putuskan untuk ganti secara bertahap. AMG 8 jelas habis lebih dulu, berhubung moisturizer dipakai hampir setiap kali. Jadi aku langsung ganti ke AMG 2 kurang lebih 1 minggu setelah kunjungan dokter. Pendapat aku soal AMG 2 adalah, baunya itu enggak enak. Pertamanya sih aku miriknya ini krim rusak atau bagaimana. Soalnya emang beda banget sama AMG 8. Hahaha. Ternyata enggak sih. Soalnya aku udah 2 kali beli AMG 2 dan emang keduanya baunya begitu.

Setelah ganti moisturizer ke AMG 2, tidak ada perubahan yang signifikan sih. Kondisi kulit masih tetap halus. Cuma memang kulit jadi enggak terlalu berminyak, soalnya AMG 2 memang enggak se moist AMG 8. Mungkin Dr. Dian respon ke komen aku yang bilang muka jadi sangat berminyak setelah pakai krim. Makanya moisturizernya diganti ke yang lebih mild. Toh mukanya sudah ga bermasalah.

Mengikuti si AMG 8, krim malam Erha 5 yang sedang aku pakai mulai menipis. Nah. Disini aku putuskan untuk langsung pindah ke ECC 1. Kenapa? Karena aku takut ada trouble dengan krim yang baru. Jadi paling enggak kalau kulitnya breakout lagi, aku bisa balik ke regime lama.

Aku pakai krim yang baru ini sehari, dua hari. Ga ada masalah. Setelah 3 hari keluar jerawat-jerawat kecil di daerah pipi. Pas di bagian yang dulu kering bermasalah (kayaknya memang itu bagian muka aku yang paling sensitif). Pertamanya aku pikir, wah karena makan cookies kacang di kantor. Soalnya memang aku gampang jerawatan kalo kebanyakan makan kacang. Tapi makin lama kok makin banyak? Dan kulitnya jadi gatal + kering. Kering persis kayak masa-masa pertama aku paka obat Erha.

Udah mulai curiga ini gara-gara si ECC 1. Eh bener aja. Waktu aku mau pakai krim malam lagi sebelum tidur, mulai terasa perih-perih seperti waktu pakai evalene gel dulu. Langsung aku cuci muka, dan stop pakai ECC 1. Aku stop pakai krim malam kurang lebih 4 hari ini. Jadi pagi sampai malam aku cuma pakai AMG 2. Mau balik ke Erha 5 juga agak seram, soalnya kondisinya bukan kering seperti waktu iritasi.

Sekarang, kurang lebih 2 bulan setelah pertama transisi ke regime baru, 70% muka aku kering dan kelihatan bersisik. Harusnya check up masi sebulan lagi, apa boleh buat. Sabtu besok terpaksa harus ke dokter lagi. Memang sekarang aku mulai balik Erha 5 (mulai hari ini ketika pos ini aku publish), tapi aku takutnya erha 5 pun gak cocok untuk problem kulit aku yang sekarang. Jerawatnya memang mulai kering dan hilang, tapi keringnya tetap ada, malah makin banyak.

Nanti kalau aku sudah check-up dokter lagi, aku coba post update untuk kondisi kulit aku ya.
Ada yang perawatan di Erha dan kondisi kulitnya relapse setelah ganti regime juga?

Saturday, July 11, 2015

Skin Care Journey with Erha Apothecary Supermall Karawaci Pt.2 (+Update)

Blog is still under construction. Sorry not sorry.

Hari ini aku pergi ke Erha lagi. Harusnya jadwal untuk peeling, tapi berhubung kondisi kulit kurang meyakinkan, aku bilang sama resepsionisnya untuk konsultasi dulu sebelum melakukan tindakan peeling.

Melanjutkan dari post sebelumnya, kondisi kulit dibagian pipi sendiri membaik. Tapi bagian disekitar hidung sama mulut malah kayaknya makin parah. Merah, perih, dan keringnya beda dengan masalah utama waktu aku konsul di erha. Rasanya malah seperti kulit kering yang keluar waktu ada luka mengering. Kering dan agak keras. Suka gatal lagi tuh :/ Sedih banget. Kalo ketemu user waktu di kantor jadi gak pede. Untung sedikit lagi libur lebaran *sigh*

Bagian muka yang lain sih dalam keadaan sangat-sangat memuaskan. Mulus banget cimm. Biasanya suka ada mruntus-mruntus gara-gara jerawat-jerawat kecil, sekarang sudah mulai hilang. Sempat keluar lagi satu atau dua biji, tapi itu karena lagi jadwal tamu bulanan. Kalau jerawat hormon sih apa boleh buat ya. Tapi ini juga satu dua hari sudah hilang dengan sendirinya.

Jadi, hari ini dokter yang sedang praktek itu dokter Dian. Aku sengaja tetap datang walau bukan Dr. Yenny. Soalnya aku mau tahu cara masing2 dokter menanggapi permasalahan kulit aku.

Waktu datang dan daftar, berhubung datang pagi aku dapat urutan pertama. Sekitar jam 1 kurang aku sudah dipanggil masuk untuk konsultasi. Seperti biasa ya, omong-omong sebentar soal keluhan aku, terus diminta tiduran dan muka disorot lampu, baru duduk lagi dan ngomongin tindakan apa yang harus diambil.

Aku cerita ke Dr. Dian kalau muka aku sepertinya gak kuat pakai krim ASG. Panas dan perih seperti habis terbakar matahari. Makanya aku sempet stop pakai setelah 4 hari. Habis itu kulit sempet membaik, aku pakai ASG nya lagi sekali-dua kali. Waktu kulit di sekitar hidung mulai kering dan merah, aku stop lagi si ASG, soalnya mulai perih lagi.

Menurut Dr. Dian, kulit aku agak sensitif, dan si ASG yang asalnya sunscreen + pencegah komedo ini terlalu strong, jadi kulit yang dasarnya tipis karena mengelupas gak kuat waktu dipakaikan ASG. Kulit kering dan kemerahan di sekitar hidung dan mulut ini juga bisa jadi efek samping, karena si kulit sensitif dan waktu proses pengelupasan tidak di handle with care (jahil si ini tangan, suka kopek-kopek sama garuk-garuk, habisnya gatal). Hahahaha. Dr. Dian menyarankan untuk stop penggunaan ASG (+si oil control wipes itu, soalnya perihnya alamakjan) dan Evalene Gel nya dulu. Jadi kita lupakan dulu masalah menghilangkan komedo dan segala macamnya, dan lebih fokus ke mengobati iritasi di sekitar hidungnya.

Dari hasil konsultasi hari ini, aku diresepkan seperti ini:
Pagi dan Siang : Erha 2 + Acne Moisturizing Gel 8 + Perfect Shield
Malam : Erha 2 + Erha 5 Moisturizer for sensitive skin mix dengan Corrective Cream 5 (1:1).

Pulang dari Erha langsung aku coba cuci muka dan pagi regime untuk siangnya. Perfect Shield pengganti ASG ini lebih nyaman dimuka. Gak panas, gak perih, gak gatal. Pokoknya asiklah. Cuma sebagai preventif, karena takut pengalaman dengan si ASG terulang lagi, aku pakai tipis-tipis dulu. Ntar kalo terlalu nafsu takut kena batunya. Hahahaha

Harusnya hari ini jadwal peeling setelah konsul, tapi Dr. Dian bilang jangan dulu. Selama kulit masih merah iritasi, jangan ambil tindakan apa-apa. Pokoknya pelan-pelan diperbaiki dulu kondisi kulitnya, baru lanjut ke peeling facial atau DPCT dan tindakan ekstra yang cocok untuk kulit. Gak masalah di aku, soalnya lumayan ngeluarin pengeluaran buat peeling juga. *uhuk*

Untuk hasilnya nanti seperti apa akan aku coba update lagi setelah seminggu yaaa :))


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Update setelah 2 minggu

Harusnya sih update setelah seminggu, tapi minggu kemarin tepatnya pas libur lebaran aku malah sakit. Malas mau turun dari kasur, apalagi buka laptop -___-

Setelah 2 minggu, kondisi kulit membaik. Jauh lebih baik dari sebelum konsul kedua. Kulit keringnya sudah bener-bener hilang. Muka jadi halusssss banget. Gak ingat deh kapan terakhir kali punya muka halusnya kayak begini. Hahahah

Meruntus karena jerawat-jerawat kecil itu berkurang drastis. Paling tinggal satu dua biji lah yaa. Pori-pori besar dan komedo jelas masih ada. Tapi udah gak separah dulu. Kalo dulu, setiap pegang dagu atau hidung, kerasa meruntus komedonya. Kalo sekarang, sudah gak kerasa lagi. Masih jelas kelihatan ada black head, tapi aku rasa yang tersisa itu yang bandel banget. Mendem jadi obat luar aja memang gabakal ngaruh. Soalnya dulu aku sering banget pake pore pack n charcoal pack, itu komedo sih tetep aja anteng di hidung. Kalo kata Dr. Yenny duluuu, yang bandel emang bisanya cuma dihilanging pake peeling. Jadi mungkin tunggu konsul kedua sama Dr. Dian dulu, baru lihat mesti diapain ini muka.

Perubahan yang mencolok itu, sekarang muka jadi oily banget, beda sama yang sebelumnya kering sampai kerasa ketarik. Terutama kalo kebanyakan pake krim malamnya. Kalo siang, muka memang agak glowy2 gimana gtu. Shiny tapi bukan gara-gara berminyak, soalnya kalo aku pakein blotting paper juga minyak yang keserap cuma sedikit. Nah, kalo malam, minimal aku sekali pasti pake blotting paper (2 kali kalo aku lagi tidur malam banget soalnya biasanya sebelum tidur aku blot lagi) dan itu banyak banget minyaknya. Gak ngerti deh ini kasusnya memang begini karena krimnya atau gimana, soalnya oily nya ini ngelebihin dulu sebelum aku ke Erha. Hahahaha

Gak masalah di aku sih, paling jadi rajin pake blotting paper aja. Yang penting jerawat gak balik-balik lagi lah :3

Sunday, July 5, 2015

Skin Care Journey with Erha Apothecary Supermall Karawaci Pt.1

I'm not supposed to post anything here....yet. Soalnya blog masih under construction. Tapi berhubung gak tau juga kapan bisa selesai beres-beresnya, dan tangan ini sudah gatal mau nulis blog, ya gak apa-apalah yaa... Tidak ada image yang aku post selama blog under construction, soalnya aku masih beres-beres photobucket aku juga. Hahaha.

Jadi ceritanya dari dulu aku memang punya masalah sama kondisi kulitku. Jenis kulitnya bisa dibilang oily-combination. Oily untuk bagian T, dan kering dibagian pipi. Hal ini membuat pakai moisturizer jadi sesuatu yang complicated. Kalau aku pake yang realy moist, misalnya nature republic aloe vera, bagian yang oily jadi makin oily kayak pantat panci. Kalau pakai yang untuk oily face, bagian yang kering kena break out. Makanya sejak aku kehabisan nature republic aloe vera, aku belum beli moisturizer lagi.

Kebiasaan jelek enggak pakai moisturizer selama hampir satu tahun ini berujung pada kulit kering mengelupas di bagian pipi. Ini perih kalau cuci muka. Jerawat kecil juga sering keluar di daerah yang berminyak. Ini belum termasuk jerawat-jerawat menstrual ya. Kalo yang ini jenisnya beda lagi. Biasanya mendem, jadi gak bisa diapa-apain juga, karena tidak ada matanya. Kalau sudah keluar, lama banget hilangnya. Baru hilang, mulai keluar lagi yang baru T___T

Jerawat? Okelah. I lived with it for so long already, it wasn't that much of a problem. Tapi kondisi pipi yang kulitnya mengelupas ini bikin gak tahan. Jadi akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke dermatologist. Berhubung rekomendasi yang aku terima selama ini adalah Erha, jadi aku memutuskan untuk pergi ke Erha. Tapi pergi ke Erha Clinic BSD agak malas karena jaraknya, dan gak tau juga alamatnya. Yang dekat pasti Erha Apothecary Summarecon Mall Serpong, tapi aku gak tau sudah ada dokter untuk konsultasinya atau belum karena info terakhir yang aku dapat disana belum bisa konsultasi dokter (ada yang tau disana sudah ada dokternya atau belum? tolong infonya yaa.), jadi akhirnya aku pergi konsultasi ke Erha Apothecary Supermall Karawaci.

Aku datang sekitar jam 10.30 pagi, waktu registrasi awal ternyata aku dapat urutan ke 6, padahal dokternya baru ada jam 11.30. Jadi aku keliling dan duduk manis di Starbucks dulu sebelum balik lagi ke Erha untuk tunggu giliran konsultasi. Konsultasinya sendiri cuma sekitar 10-15 menit. So not worth the waiting time ya? Hahahaha. Konsultasi dengan Dr. Yenny. Aku jelaskan keluhan kulit aku, perawatan yang biasa aku lakukan juga. Terus Dr. Yenny melihat kulit aku dibawah lampu sambil menjelaskan apa perawatan yang perlu dilakukan.

Setelah dari konsultasi, resep yang diberikan begini:
Pagi+Siang: Facial wash for oily skin Erha 2 + Acne Moisturizing Gel (AMG) 8 + Acne Sunscreen Gel (ASG)
Malam: Facial wash for oily skin Erha 2 + Acne Moisturizing Gel (AMG) 8 + Evalene Gel

Yang terasa di beberapa hari pertama itu perih. Perihhhhh bangetttt dan panas dimuka. Mungkin karena keluhan muka aku itu kulit mengelupas, cuci muka memang biasa perih dan masih tolerable. Tapi lotion-lotionnya itu, alamak. Krim AMG 8 dan Evalene Gel perih dipakai, tapi masih tolerable. They sting at first, tapi setelah beberapa saat perihnya hilang. Yang jadi masalah itu justru si ASG itu. Harusnya sunscreen, tapi kalau dipakai malah bikin muka kelihatan seperti habis dibakar. Merah terang, sakit kalau dipegang and it sting for as long as the cream stays on your face. Makanya setelah kira-kira 4 hari pakai, aku putuskan aku gak kuat pakai krim ASG ini lagi. Sial banget padahal si ASG ini justru yang harganya paling mahal dibandingkan krim lainnya. Yang perlu di noted adalah, aku punya high tolerance of pain. Jadi bisa dibayangkan sakitnya seperti apa kalau aku sampai bilang aku gak kuat pakai lagi.

Jadilah beberapa hari ini aku cuma pakai Erha 2 + AMG 8 + Evalene Gel. Ada disarankan buat pagi wet wipes erha yang untuk oily skin itu karena aku kerja dan tidak selalu bisa cuci muka waktu siang, tapi berhubung aku pakai 2 kali dan perihnya kayak nyiram luka pakai alkohol, aku stop pakai dan memilih untuk cuci muka saja.

Pertamanya kulit jadi semakin kering dibagian pipi dan sekitar mulut (bagian-bagian yang memang bermasalah), jadi seperti bersisik gitu, tapi sedikit-sedikit kulitnya mengelupas. Dokternya memang sudah bilang kulit akan jadi kering, mungkin bersisik dan kusam juga. Jadi aku sudah siap mental waktu pipi aku kelihatan bersisik.

Hari ini sudah hari ke-9 aku pakai perawatan Erha (minus ASG ya) dan hasilnya sudah mulai kelihatan. Pipi yang tadinya kelihatan kering bersisik sudah mulai hilang. Tinggal tersisa sedikit di sekitar hidung dan mulut. Bagian yang tidak bermasalah dan cuma meruntus itu juga jadi halus. Dan intensitas keluarnya jerawat-jerawat kecilnya juga berkurang drastis. Cuma memang bagian yang masih kering masih terasa agak sakit.

Aku sengaja tidak pergi ke dokter waktu aku lepas krim ASG karena aku ada jadwal peeling untuk tanggal 11 nanti. Jadi aku pikir mending aku pakai apa yang ada dulu dan konsultasi dengan dokter lagi sebelum aku peeling. Takut belum bisa peeling juga kalau kondisi kulitnya masih sakit begini.

Ada yang pernah perawatan ke Erha dengan resep yang sama atau hampir sama? Mau dong di share pengalamannya :)