Sudah lama gak post soal skin care journey aku, soalnya kerjaan makin padat, check-up juga sekarang cuma 3 bulan sekali, jadi gak ada update seru buat di post disini. BTW, gak kerasa udah setahun aku pakai produk Erha (juli kemarin sih tepatnya, anggap aja masih valid. haha). Untuk merayakan setahun aku perawatan di Erha, hari ini aku mau update mengenai kondisi kulit aku + cerita soal my experience doing their specialties Deep Pore Cleansing Treatment (DPCT).
Jadi, gimana kondisi kulit setelah 1 tahun perawatan di Erha?
To be honest, it's better than ever. Gak semulus bintang filem Hollywood, tapi lebih mulus dari jaman kuliah dulu. Kalo dulu setiap kali ketemu orang pasti dikomentarin deh jerawat yang segede kacang kedelai di jidat atau di pipi. Dan dulu itu gak ada yang namanya megang pipi terus mulus. Selalu ada jerawat kecil-kecilnya. Hilang satu tumbuh satu. Gak pernah mulus. Kalau sekarang, orang malah gak percaya kalau aku bilang dulu aku jerawatan parah. "Kirain mah cuma jerawat-jerawat kecil aja" biasanya gitu komentarnya, atau "Ngapain ke Erha? Kayaknya muka kamu mulus-mulus aja" dan jawaban aku selalu sama "ya ini mulus karena ke Erha" hahaha.
Ini bukan promosi ya tapi. Karena, sebagus apapun efek Erha di aku, belum tentu bagus dan cocok di orang lain. Jadi kalau ada orang yang tanya, bagus ya Erha? Aku akan selalu jawab "cocok-cocokan". Kalau kebetulan kamu dapat dokter yang cocok di kamu, good for you. Kalau enggak cocok, time to move on to another doctor. Aku juga sempat ganti dokter sekali karena kurang cocok kok. Agak riskan memang, tapi menurut aku dokter kulit itu trial & error sih. Kecuali kalian mau langsung ke spkk di rumah sakit yang memang specialized dengan alat-alat modern untuk cek kondisi kulit kalian. Itu pun aku gak jamin kalian akan cocok 100%. Balik lagi ke perawatan dan pengobatan yang diberikan ke kalian yaa.
Single Signature Renewal Deep Pore Cleansing Treatment (DPCT) with Oil Control Serum
Kepanjangan ini namanya, sampai harus lihat bon nya. ahahaha. Pada dasarnya, DPCT ini ya facial versi Erha ya. Buat info pendahulu, aku tidak pernah facial sama sekali ya sebelumnya. Muka ini masih perawan sekali. Kenapa? Karena dulu sering banget ditakut-takutin, katanya facial itu sakit. Dan emang sakit sih. Cuma beberapa minggu belakangan ini aku merasa muka aku kotor banget. Mungkin pengaruh jerawat yang keluar sehabis menstrual cycle, jadi aku mulai ngerasa ini muka perlu ditolong. Dokter aku juga sudah beberapa kali suruh aku facial untuk hilangin komedo didaerah sekitar hidung, cuma aku gak ada waktunya untuk pergi facial. Baru minggu ini akhirnya kesampaian untuk nyoba facial di Erha. Oiya, facial di Erha beda dengan facial di salon biasa yang tinggal datang aja bisa langsung facial ya. Kalian harus bikin jadwal dulu minimal 2 hari sebelumnya. Aku telpon hari jumat siang, sudah gak kebagian di hari Sabtu. Jadilah perginya minggu pagi.
Bagaimana prosesnya?
- Setelah dipanggil masuk ruangan untuk perawatan, nanti kita ditawarkan untuk pakai kemben dan haircap. Haircap nya wajib pakai ya, supaya rambutnya gak mengganggu perawatan. Apalagi yang doyan poni depan kayak aku. Kemben ini optional katanya, tapi lebih baik pakai kemben aja. Apalagi kalau lagi pakai baju kece. Soalnya nantinya akan ada massage sampai ke pundak dan punggung segala.
- Terapis nya nanti akan tanya jenis facial yang kita mau. Mau basic atau signature. Bedanya cuma ada penambahan serum untuk signature DPCT. Aku pilih yang Signature dengan Oil Control Serum. Untuk harganya, Basic DPCT itu 295rb dan Signature DPCT itu 395rb.
- Perawatannya dimulai dari bersihin mukanya dulu. Kemudian dikasi krim apa aku juga lupa sangking banyaknya krim yang dipakai. Kemudian di acupressure, dikasi krim-krim lagi, terus di uap deh mukanya.
- Ini baru highlightnya nih. Ekstraksi komedi. Aku kacang banget kalau sama yang sakit-sakit nih, tanpa terasa airmata berlinang waktu proses ekstraksi. HAHAHAHA
- Habis ekstraksi, apalagi ini ya. Yah pokoknya dikasi krim-krim lagi. Ada satu alat yang ditempelkan kemuka untuk ngoles serumnya, dan ini dingin-dingin asik deh. Jadi sekalian oles serum, sekalian menutup pori-pori yang terbuka karena uap dan ekstraksi.
- Setelah itu waktunya masker. Nanti terapisnya akan tanya, mata dan bibir mau dimasker juga atau enggak. Aku sih iya aja, tapi nanti kalian gaboleh buka mata dan mulut sampai maskernya di peel off.
- Wajah dibersihkan dengan spons basah, terus dipijat sampai ke punggung segala. Ahelah, ini enak banget beneran. Kalau sudah selesai di massage, nanti muka dan pundak kita dilap basah, terus ditanya mau pakai pelembab bibir atau enggak. Setelah itu selesai deh prosesnya. Oiya, nanti kalian juga akan ditanya mau bawa pulang kemben dan haircapnya atau enggak. Aku sih bilang dibuang aja, karena gak bakal kepakai. Tapi boleh juga kalau kalian mau bawa, soalnya both haircap dan kembennya itu tebel dan baguslah.
- Tea time! Mereka pakai twinnings ya ampun. Kalau bayar 400rb dan dapatnya sariwangi sih agak gimana juga ya. Cuma aku rasa gak semua suka variant tehnya. Soalnya kalau aku icip-icip, kayanya mereka pakai variant English Breakfast, which is not everyone favorites.
- Nanti kalian akan dikasi 2buah oil control wipes untuk dipakai seminggu setelah facial. Ini agak downgrade kayaknya, soalnya kalau baca dari review yang lain, mereka dapatnya collagen mask gitu. Gatau karena beda paket atau gimana deh.
Asli mulus banget muka aku. Kayak pantat baby. Cuma setelah DPCT pasti mukanya bakalan totol-totol merah ditempat yang di ekstraksi komedonya. Kalau di muka aku ya di T-zone, yang paling banyak komedonya. Jadi kayak orang yang punya jewarawat kronik itu sepertinya. Saran aku, DPCT di hari libur panjang soalnya bekas kayak gini gak akan hilang sampai 2-4 hari. Aku facial minggu karena gak kebagian di hari Sabtu, jadi kepikiran kerja besok senin. Pasti dikomentarin sama anak-anak kantor. Hahaha
No comments:
Post a Comment