Blog is still under construction. Sorry not sorry.
Hari ini aku pergi ke Erha lagi. Harusnya jadwal untuk peeling, tapi berhubung kondisi kulit kurang meyakinkan, aku bilang sama resepsionisnya untuk konsultasi dulu sebelum melakukan tindakan peeling.
Melanjutkan dari post sebelumnya, kondisi kulit dibagian pipi sendiri membaik. Tapi bagian disekitar hidung sama mulut malah kayaknya makin parah. Merah, perih, dan keringnya beda dengan masalah utama waktu aku konsul di erha. Rasanya malah seperti kulit kering yang keluar waktu ada luka mengering. Kering dan agak keras. Suka gatal lagi tuh :/ Sedih banget. Kalo ketemu user waktu di kantor jadi gak pede. Untung sedikit lagi libur lebaran *sigh*
Bagian muka yang lain sih dalam keadaan sangat-sangat memuaskan. Mulus banget cimm. Biasanya suka ada mruntus-mruntus gara-gara jerawat-jerawat kecil, sekarang sudah mulai hilang. Sempat keluar lagi satu atau dua biji, tapi itu karena lagi jadwal tamu bulanan. Kalau jerawat hormon sih apa boleh buat ya. Tapi ini juga satu dua hari sudah hilang dengan sendirinya.
Jadi, hari ini dokter yang sedang praktek itu dokter Dian. Aku sengaja tetap datang walau bukan Dr. Yenny. Soalnya aku mau tahu cara masing2 dokter menanggapi permasalahan kulit aku.
Waktu datang dan daftar, berhubung datang pagi aku dapat urutan pertama. Sekitar jam 1 kurang aku sudah dipanggil masuk untuk konsultasi. Seperti biasa ya, omong-omong sebentar soal keluhan aku, terus diminta tiduran dan muka disorot lampu, baru duduk lagi dan ngomongin tindakan apa yang harus diambil.
Aku cerita ke Dr. Dian kalau muka aku sepertinya gak kuat pakai krim ASG. Panas dan perih seperti habis terbakar matahari. Makanya aku sempet stop pakai setelah 4 hari. Habis itu kulit sempet membaik, aku pakai ASG nya lagi sekali-dua kali. Waktu kulit di sekitar hidung mulai kering dan merah, aku stop lagi si ASG, soalnya mulai perih lagi.
Menurut Dr. Dian, kulit aku agak sensitif, dan si ASG yang asalnya sunscreen + pencegah komedo ini terlalu strong, jadi kulit yang dasarnya tipis karena mengelupas gak kuat waktu dipakaikan ASG. Kulit kering dan kemerahan di sekitar hidung dan mulut ini juga bisa jadi efek samping, karena si kulit sensitif dan waktu proses pengelupasan tidak di handle with care (jahil si ini tangan, suka kopek-kopek sama garuk-garuk, habisnya gatal). Hahahaha. Dr. Dian menyarankan untuk stop penggunaan ASG (+si oil control wipes itu, soalnya perihnya alamakjan) dan Evalene Gel nya dulu. Jadi kita lupakan dulu masalah menghilangkan komedo dan segala macamnya, dan lebih fokus ke mengobati iritasi di sekitar hidungnya.
Dari hasil konsultasi hari ini, aku diresepkan seperti ini:
Pagi dan Siang : Erha 2 + Acne Moisturizing Gel 8 + Perfect Shield
Malam : Erha 2 + Erha 5 Moisturizer for sensitive skin mix dengan Corrective Cream 5 (1:1).
Pulang dari Erha langsung aku coba cuci muka dan pagi regime untuk siangnya. Perfect Shield pengganti ASG ini lebih nyaman dimuka. Gak panas, gak perih, gak gatal. Pokoknya asiklah. Cuma sebagai preventif, karena takut pengalaman dengan si ASG terulang lagi, aku pakai tipis-tipis dulu. Ntar kalo terlalu nafsu takut kena batunya. Hahahaha
Harusnya hari ini jadwal peeling setelah konsul, tapi Dr. Dian bilang jangan dulu. Selama kulit masih merah iritasi, jangan ambil tindakan apa-apa. Pokoknya pelan-pelan diperbaiki dulu kondisi kulitnya, baru lanjut ke peeling facial atau DPCT dan tindakan ekstra yang cocok untuk kulit. Gak masalah di aku, soalnya lumayan ngeluarin pengeluaran buat peeling juga. *uhuk*
Untuk hasilnya nanti seperti apa akan aku coba update lagi setelah seminggu yaaa :))
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Update setelah 2 minggu
Harusnya sih update setelah seminggu, tapi minggu kemarin tepatnya pas libur lebaran aku malah sakit. Malas mau turun dari kasur, apalagi buka laptop -___-
Setelah 2 minggu, kondisi kulit membaik. Jauh lebih baik dari sebelum konsul kedua. Kulit keringnya sudah bener-bener hilang. Muka jadi halusssss banget. Gak ingat deh kapan terakhir kali punya muka halusnya kayak begini. Hahahah
Meruntus karena jerawat-jerawat kecil itu berkurang drastis. Paling tinggal satu dua biji lah yaa. Pori-pori besar dan komedo jelas masih ada. Tapi udah gak separah dulu. Kalo dulu, setiap pegang dagu atau hidung, kerasa meruntus komedonya. Kalo sekarang, sudah gak kerasa lagi. Masih jelas kelihatan ada black head, tapi aku rasa yang tersisa itu yang bandel banget. Mendem jadi obat luar aja memang gabakal ngaruh. Soalnya dulu aku sering banget pake pore pack n charcoal pack, itu komedo sih tetep aja anteng di hidung. Kalo kata Dr. Yenny duluuu, yang bandel emang bisanya cuma dihilanging pake peeling. Jadi mungkin tunggu konsul kedua sama Dr. Dian dulu, baru lihat mesti diapain ini muka.
Perubahan yang mencolok itu, sekarang muka jadi oily banget, beda sama yang sebelumnya kering sampai kerasa ketarik. Terutama kalo kebanyakan pake krim malamnya. Kalo siang, muka memang agak glowy2 gimana gtu. Shiny tapi bukan gara-gara berminyak, soalnya kalo aku pakein blotting paper juga minyak yang keserap cuma sedikit. Nah, kalo malam, minimal aku sekali pasti pake blotting paper (2 kali kalo aku lagi tidur malam banget soalnya biasanya sebelum tidur aku blot lagi) dan itu banyak banget minyaknya. Gak ngerti deh ini kasusnya memang begini karena krimnya atau gimana, soalnya oily nya ini ngelebihin dulu sebelum aku ke Erha. Hahahaha
Gak masalah di aku sih, paling jadi rajin pake blotting paper aja. Yang penting jerawat gak balik-balik lagi lah :3
Saturday, July 11, 2015
Sunday, July 5, 2015
Skin Care Journey with Erha Apothecary Supermall Karawaci Pt.1
I'm not supposed to post anything here....yet. Soalnya blog masih under construction. Tapi berhubung gak tau juga kapan bisa selesai beres-beresnya, dan tangan ini sudah gatal mau nulis blog, ya gak apa-apalah yaa... Tidak ada image yang aku post selama blog under construction, soalnya aku masih beres-beres photobucket aku juga. Hahaha.
Jadi ceritanya dari dulu aku memang punya masalah sama kondisi kulitku. Jenis kulitnya bisa dibilang oily-combination. Oily untuk bagian T, dan kering dibagian pipi. Hal ini membuat pakai moisturizer jadi sesuatu yang complicated. Kalau aku pake yang realy moist, misalnya nature republic aloe vera, bagian yang oily jadi makin oily kayak pantat panci. Kalau pakai yang untuk oily face, bagian yang kering kena break out. Makanya sejak aku kehabisan nature republic aloe vera, aku belum beli moisturizer lagi.
Kebiasaan jelek enggak pakai moisturizer selama hampir satu tahun ini berujung pada kulit kering mengelupas di bagian pipi. Ini perih kalau cuci muka. Jerawat kecil juga sering keluar di daerah yang berminyak. Ini belum termasuk jerawat-jerawat menstrual ya. Kalo yang ini jenisnya beda lagi. Biasanya mendem, jadi gak bisa diapa-apain juga, karena tidak ada matanya. Kalau sudah keluar, lama banget hilangnya. Baru hilang, mulai keluar lagi yang baru T___T
Jerawat? Okelah. I lived with it for so long already, it wasn't that much of a problem. Tapi kondisi pipi yang kulitnya mengelupas ini bikin gak tahan. Jadi akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke dermatologist. Berhubung rekomendasi yang aku terima selama ini adalah Erha, jadi aku memutuskan untuk pergi ke Erha. Tapi pergi ke Erha Clinic BSD agak malas karena jaraknya, dan gak tau juga alamatnya. Yang dekat pasti Erha Apothecary Summarecon Mall Serpong, tapi aku gak tau sudah ada dokter untuk konsultasinya atau belum karena info terakhir yang aku dapat disana belum bisa konsultasi dokter (ada yang tau disana sudah ada dokternya atau belum? tolong infonya yaa.), jadi akhirnya aku pergi konsultasi ke Erha Apothecary Supermall Karawaci.
Aku datang sekitar jam 10.30 pagi, waktu registrasi awal ternyata aku dapat urutan ke 6, padahal dokternya baru ada jam 11.30. Jadi aku keliling dan duduk manis di Starbucks dulu sebelum balik lagi ke Erha untuk tunggu giliran konsultasi. Konsultasinya sendiri cuma sekitar 10-15 menit. So not worth the waiting time ya? Hahahaha. Konsultasi dengan Dr. Yenny. Aku jelaskan keluhan kulit aku, perawatan yang biasa aku lakukan juga. Terus Dr. Yenny melihat kulit aku dibawah lampu sambil menjelaskan apa perawatan yang perlu dilakukan.
Setelah dari konsultasi, resep yang diberikan begini:
Pagi+Siang: Facial wash for oily skin Erha 2 + Acne Moisturizing Gel (AMG) 8 + Acne Sunscreen Gel (ASG)
Malam: Facial wash for oily skin Erha 2 + Acne Moisturizing Gel (AMG) 8 + Evalene Gel
Yang terasa di beberapa hari pertama itu perih. Perihhhhh bangetttt dan panas dimuka. Mungkin karena keluhan muka aku itu kulit mengelupas, cuci muka memang biasa perih dan masih tolerable. Tapi lotion-lotionnya itu, alamak. Krim AMG 8 dan Evalene Gel perih dipakai, tapi masih tolerable. They sting at first, tapi setelah beberapa saat perihnya hilang. Yang jadi masalah itu justru si ASG itu. Harusnya sunscreen, tapi kalau dipakai malah bikin muka kelihatan seperti habis dibakar. Merah terang, sakit kalau dipegang and it sting for as long as the cream stays on your face. Makanya setelah kira-kira 4 hari pakai, aku putuskan aku gak kuat pakai krim ASG ini lagi. Sial banget padahal si ASG ini justru yang harganya paling mahal dibandingkan krim lainnya. Yang perlu di noted adalah, aku punya high tolerance of pain. Jadi bisa dibayangkan sakitnya seperti apa kalau aku sampai bilang aku gak kuat pakai lagi.
Jadilah beberapa hari ini aku cuma pakai Erha 2 + AMG 8 + Evalene Gel. Ada disarankan buat pagi wet wipes erha yang untuk oily skin itu karena aku kerja dan tidak selalu bisa cuci muka waktu siang, tapi berhubung aku pakai 2 kali dan perihnya kayak nyiram luka pakai alkohol, aku stop pakai dan memilih untuk cuci muka saja.
Pertamanya kulit jadi semakin kering dibagian pipi dan sekitar mulut (bagian-bagian yang memang bermasalah), jadi seperti bersisik gitu, tapi sedikit-sedikit kulitnya mengelupas. Dokternya memang sudah bilang kulit akan jadi kering, mungkin bersisik dan kusam juga. Jadi aku sudah siap mental waktu pipi aku kelihatan bersisik.
Hari ini sudah hari ke-9 aku pakai perawatan Erha (minus ASG ya) dan hasilnya sudah mulai kelihatan. Pipi yang tadinya kelihatan kering bersisik sudah mulai hilang. Tinggal tersisa sedikit di sekitar hidung dan mulut. Bagian yang tidak bermasalah dan cuma meruntus itu juga jadi halus. Dan intensitas keluarnya jerawat-jerawat kecilnya juga berkurang drastis. Cuma memang bagian yang masih kering masih terasa agak sakit.
Aku sengaja tidak pergi ke dokter waktu aku lepas krim ASG karena aku ada jadwal peeling untuk tanggal 11 nanti. Jadi aku pikir mending aku pakai apa yang ada dulu dan konsultasi dengan dokter lagi sebelum aku peeling. Takut belum bisa peeling juga kalau kondisi kulitnya masih sakit begini.
Ada yang pernah perawatan ke Erha dengan resep yang sama atau hampir sama? Mau dong di share pengalamannya :)
Jadi ceritanya dari dulu aku memang punya masalah sama kondisi kulitku. Jenis kulitnya bisa dibilang oily-combination. Oily untuk bagian T, dan kering dibagian pipi. Hal ini membuat pakai moisturizer jadi sesuatu yang complicated. Kalau aku pake yang realy moist, misalnya nature republic aloe vera, bagian yang oily jadi makin oily kayak pantat panci. Kalau pakai yang untuk oily face, bagian yang kering kena break out. Makanya sejak aku kehabisan nature republic aloe vera, aku belum beli moisturizer lagi.
Kebiasaan jelek enggak pakai moisturizer selama hampir satu tahun ini berujung pada kulit kering mengelupas di bagian pipi. Ini perih kalau cuci muka. Jerawat kecil juga sering keluar di daerah yang berminyak. Ini belum termasuk jerawat-jerawat menstrual ya. Kalo yang ini jenisnya beda lagi. Biasanya mendem, jadi gak bisa diapa-apain juga, karena tidak ada matanya. Kalau sudah keluar, lama banget hilangnya. Baru hilang, mulai keluar lagi yang baru T___T
Jerawat? Okelah. I lived with it for so long already, it wasn't that much of a problem. Tapi kondisi pipi yang kulitnya mengelupas ini bikin gak tahan. Jadi akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke dermatologist. Berhubung rekomendasi yang aku terima selama ini adalah Erha, jadi aku memutuskan untuk pergi ke Erha. Tapi pergi ke Erha Clinic BSD agak malas karena jaraknya, dan gak tau juga alamatnya. Yang dekat pasti Erha Apothecary Summarecon Mall Serpong, tapi aku gak tau sudah ada dokter untuk konsultasinya atau belum karena info terakhir yang aku dapat disana belum bisa konsultasi dokter (ada yang tau disana sudah ada dokternya atau belum? tolong infonya yaa.), jadi akhirnya aku pergi konsultasi ke Erha Apothecary Supermall Karawaci.
Aku datang sekitar jam 10.30 pagi, waktu registrasi awal ternyata aku dapat urutan ke 6, padahal dokternya baru ada jam 11.30. Jadi aku keliling dan duduk manis di Starbucks dulu sebelum balik lagi ke Erha untuk tunggu giliran konsultasi. Konsultasinya sendiri cuma sekitar 10-15 menit. So not worth the waiting time ya? Hahahaha. Konsultasi dengan Dr. Yenny. Aku jelaskan keluhan kulit aku, perawatan yang biasa aku lakukan juga. Terus Dr. Yenny melihat kulit aku dibawah lampu sambil menjelaskan apa perawatan yang perlu dilakukan.
Setelah dari konsultasi, resep yang diberikan begini:
Pagi+Siang: Facial wash for oily skin Erha 2 + Acne Moisturizing Gel (AMG) 8 + Acne Sunscreen Gel (ASG)
Malam: Facial wash for oily skin Erha 2 + Acne Moisturizing Gel (AMG) 8 + Evalene Gel
Yang terasa di beberapa hari pertama itu perih. Perihhhhh bangetttt dan panas dimuka. Mungkin karena keluhan muka aku itu kulit mengelupas, cuci muka memang biasa perih dan masih tolerable. Tapi lotion-lotionnya itu, alamak. Krim AMG 8 dan Evalene Gel perih dipakai, tapi masih tolerable. They sting at first, tapi setelah beberapa saat perihnya hilang. Yang jadi masalah itu justru si ASG itu. Harusnya sunscreen, tapi kalau dipakai malah bikin muka kelihatan seperti habis dibakar. Merah terang, sakit kalau dipegang and it sting for as long as the cream stays on your face. Makanya setelah kira-kira 4 hari pakai, aku putuskan aku gak kuat pakai krim ASG ini lagi. Sial banget padahal si ASG ini justru yang harganya paling mahal dibandingkan krim lainnya. Yang perlu di noted adalah, aku punya high tolerance of pain. Jadi bisa dibayangkan sakitnya seperti apa kalau aku sampai bilang aku gak kuat pakai lagi.
Jadilah beberapa hari ini aku cuma pakai Erha 2 + AMG 8 + Evalene Gel. Ada disarankan buat pagi wet wipes erha yang untuk oily skin itu karena aku kerja dan tidak selalu bisa cuci muka waktu siang, tapi berhubung aku pakai 2 kali dan perihnya kayak nyiram luka pakai alkohol, aku stop pakai dan memilih untuk cuci muka saja.
Pertamanya kulit jadi semakin kering dibagian pipi dan sekitar mulut (bagian-bagian yang memang bermasalah), jadi seperti bersisik gitu, tapi sedikit-sedikit kulitnya mengelupas. Dokternya memang sudah bilang kulit akan jadi kering, mungkin bersisik dan kusam juga. Jadi aku sudah siap mental waktu pipi aku kelihatan bersisik.
Hari ini sudah hari ke-9 aku pakai perawatan Erha (minus ASG ya) dan hasilnya sudah mulai kelihatan. Pipi yang tadinya kelihatan kering bersisik sudah mulai hilang. Tinggal tersisa sedikit di sekitar hidung dan mulut. Bagian yang tidak bermasalah dan cuma meruntus itu juga jadi halus. Dan intensitas keluarnya jerawat-jerawat kecilnya juga berkurang drastis. Cuma memang bagian yang masih kering masih terasa agak sakit.
Aku sengaja tidak pergi ke dokter waktu aku lepas krim ASG karena aku ada jadwal peeling untuk tanggal 11 nanti. Jadi aku pikir mending aku pakai apa yang ada dulu dan konsultasi dengan dokter lagi sebelum aku peeling. Takut belum bisa peeling juga kalau kondisi kulitnya masih sakit begini.
Ada yang pernah perawatan ke Erha dengan resep yang sama atau hampir sama? Mau dong di share pengalamannya :)
Subscribe to:
Comments (Atom)